WhatsApp Image 2016-11-21 at 12.23.48Judul diatas seperti bahasa Inggris yang jika ditanya ke google translate akan muncul arti membuat mantel. Padahal sebenarnya tidak demikian. Make Coat adalah sebuah nama produk cat yang diambil dari singkatan MAncar KEnongo CinO ATas berkAT rohmAT ALLOH. Didik Febrianto ST (39), warga Shiddiqiyyah Semarang, pemilik nama produk cat ini sengaja membuatnya demikian untuk bersaing dengan beragam merk cat yang sudah ada di pasaran.

Membuat cat bukan pekerjaan mudah yang bisa dikerjakan setiap orang. Butuh pengetahuan tersendiri dan pengalaman yang bersinggungan dengan jenis usaha ini. Kebetulan Febrianto sebelumnya bekerja di industry polymer sebagai konsultan dan formulator lepas yang bekerja sama dengan pihak asing. “Mulai keluar dari perusahaan yang mana perusahaan yang saya ikut kerja adalah perusahaan polymer yang ke semuanya joint venture dengan perusahaan asing, tahun 2011 sudah capek dibujuki dan dirayu dengan berbagai fasilitas mewah yang diberikan perusahaan tersebut dan hampir 90% korporasi yang bergerak di produk cat adalah warga keturunan, 10% warga pribumi, dari 90% tadi 50% adalah PMA (Penanam Modal Asing),” ungkap bapak dua anak ini.

Keputusan Febrianto keluar untuk mandiri bukan tanpa perhitungan. Keahlian dan pengalaman yang dimiliki selama bekerja dirasa cukup untuk membuat produk dengan merk sendiri. Selain itu dia juga merasa termotivasi oleh Ketua Umum Opshid, M. Subchi Azal yang pernah mengatakan bangga dan harus disyukuri jika ada warga Shiddiqiyyah mempunyai karya dan kreasi yang bisa bersaing dengan produk luar.

Untuk memperkenalkan produk cat pertamanya dia membuatnya untuk bangunan di lingkungan Shiddiqiyyah. Seperti kita tahu bangunan Shiddiqiyyah selama ini menggunakan perpaduan warna-warna cat yang indah. Beberapa contoh bangunan yang dipoles dengan cat Make Coat ini antara lain botolan pagar HWMI Pusat, bechasting jalan keliling pagar Istianah, RLHS Opshid Bojonegoro dan Lamongan. Selain itu dia juga merasa bersyukur karena cat buatannya disetujui Kholifah Munirul Muchtar untuk mewarnai Jaami’atul Mudzakkirin Yarjuu Rohmatalloh yang di Mungkid Magelang.

Tahun 2015 lalu, dia bershilaturahmi kepada Ketum Opshid dan diajari tentang perekonomian tasawuf yang didalamnya perlu keberanian mengalokasikan keuntungan untuk kepentingan perjuangan. Nilainya antara 50-80 persen. Usaha versi tasawuf ini pun direalisasikan dengan menyalurkan partisipasi untuk program RLHS dan pelestarian bangunan Shiddiqiyyah.

Meski demikian dia juga menyadari bahwa dalam tiap pekerjaan akan selalu ada tantangan untuk bersaing dengan berbagai merk yang sudah mapan. Untuk memperluas kepercayaan konsumen dia terus terpacu belajar untuk meningkatkan mutu produk catnya. Pernah juga terjadi gagal produk karena warna kuningnya pudar. Namun tak lama kegagalannya segera bisa diperbaiki dan terbukti sampai sekarang cat warna kuning yang pernah gagal itu bertahan dua tahun lebih dengan warna tetap sama.

Untuk memberi pilihan pada konsumen, selain menjual cat dia juga menyediakan jasa pengecatan dan waterproofing. Dengan bantuan 3 karyawan saat ini dia bisa meraup omset rata-rata Rp. 25 juta per bulan. Dia optimis produk cat ini secara perlahan bisa dikenal masyarakat luas.*

EditorKiprah Warga
Judul diatas seperti bahasa Inggris yang jika ditanya ke google translate akan muncul arti membuat mantel. Padahal sebenarnya tidak demikian. Make Coat adalah sebuah nama produk cat yang diambil dari singkatan MAncar KEnongo CinO ATas berkAT rohmAT ALLOH. Didik Febrianto ST (39), warga Shiddiqiyyah Semarang, pemilik nama produk cat...