Tanah Jaami’atul Mudzakkirin Sragen dibeli dengan harga Rp 770 juta. Satu tahun harus lunas.

Warga Shiddiqiyyah Sragen kini sudah memiliki lokasi tanah untuk calon gedung Jaami’atul Mudzakkirin. Berada di Ds. Gawan, Kec. Tanon, Kab. Sragen, berjarak 10km dari kota ke arah barat dan berjarak 40km dari Jaami’atul Mudzakkirin Tribat. Tanah seluas 2.820 meter milik Singgih Pitono tersebut terbeli dengan harga Rp 770 juta. Edi Suryanto Ketua Panitia Pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin Sragen mengaku bahwa sesuai perjanjian dengan pemilik tanah, pembayaran tanah tersebut dibayar dalam kurun waktu selama satu tahun. “Dibayar dengan istilah one prestasi dalam tempo satu tahun harus lunas, dan jika dalam satu tahun belum lunas maka uang yang sudah dibayarkan akan hangus dan tanah kembali kepada pemiliknya,” aku Edi Suryanto.

Dalam tempo satu tahun pembayarannya dapat dicicil sampai tiga kali. Pembayaran pertama pada 18 Agustus lalu sebesar Rp 160 juta. Kemudian pembayaran kedua sebesar Rp 240 juta yang seharusnya dibayar pada 18 November lalu meleset karena kurangnya dana. Namun warga mendapat keringanan dari pemilik tanah bahwa pembayaran kedua dapat dilakukan hingga uang terkumpul Rp 240 juta. Sedangkan untuk pembayaran ketiga dibayar dalam waktu terhitung delapan bulan setelah pembayaran kedua.

Sunardi Ketua DPD Sragen merasa bahwa mendapat keringanan pembayaran dari pemilik tanah. “Alhamdulillah, ya atas berkat rohmat Alloh. Mungkin karena adik-adiknya pemilik tanah juga warga Shiddiqiyyah, dan pak Singgih sendiri juga merupakan simpatisan, sehingga kami diberikan keringanan dalam pembayaran ini,” kata Nardi sapaan karib Sunardi. Proses tanah tersebut sudah berjalan sejak bulan Romadlon, tepatnya setelah sowan para pengurus menghaturkan contoh tanah kepada Sang Mursyid pada 27 Romadlon lalu. “Beliau ngendikan tanah ini bagus, kemudian Bu Nyai Shof langsung memerintah untuk segera ditindaklanjuti, kemudian sowan kami yang kedua kemarin sebelum acara Tajrin Naf’ah, Pak Kyai menyampaikan mudah-mudahan lancar,” tambah Edi Suryanto.

Dalam kunjungan Sang Mursyid untuk meninjau lokasi tanah calon Jaami’atul Mudzakkirin Sragen beberapa waktu lalu, beliau juga menyempatkan untuk melihat-lihat lokasi dan sempat memerintahkan para warga agar membangun gubug. “Pada waktu kunjungan kemarin sambil menunjuk arah paling ujung selatan beliau dawuh ‘nang kono dibangun Gubug, ndamel kulo istirahat ten ngriko’ kurang lebih dawuhnya seperti itu,” terang Edi menyampaikan pesan Sang Mursyid.

Saat ini warga Shiddiqiyyah Sragen masih difokuskan untuk pengumpulan dana karena pembayaran kedua juga masih belum terealisasikan. “Kami masih fokus mencari dana talangan untuk tambahan pembayaran angsuran tanah JM kedua. Karena di Rekening JM kami masih ada sekitar 185 juta, masih kurang. Dan untuk pembangunan gubug mungkin baru dilaksanakan setelah proses pembayaran selesai atau proses balik nama raIMG-20161201-WA0006mpung,” kata Sunardi. Rencananya para pengurus akan mencari dana talangan dengan meminjam dana sebesar Rp 150 juta ke Koperasi Khozanah dan sisanya akan dilanjutkan kesanggupan masing-masing warga.

Ketua DPD Sragen berharap kekompakan warga Shiddiqiyyah Sragen agar terus terjaga sehingga program besar Sang Mursyid untuk mendirikan 2000 Jaami’atul Mudzakkirin di nusantara juga dapat segera terealisasikan. “Saya berharap, minta doa restu dari seluruh warga Shiddiqiyyah agar kami selalu dimudahkan dalam pelunasan pembayaran tanah ini, dan saya juga mengharapkan kesadaran dari warga di Sragen agar selalu kompak dan semangat agar dapat segera memiliki tanah JM ini,” tutup  Sunardi penuh harap. One prestasi semoga terealisasi.*

EditorBerita Daerah
Tanah Jaami’atul Mudzakkirin Sragen dibeli dengan harga Rp 770 juta. Satu tahun harus lunas. Warga Shiddiqiyyah Sragen kini sudah memiliki lokasi tanah untuk calon gedung Jaami’atul Mudzakkirin. Berada di Ds. Gawan, Kec. Tanon, Kab. Sragen, berjarak 10km dari kota ke arah barat dan berjarak 40km dari Jaami’atul Mudzakkirin Tribat. Tanah...