IMG-20161108-WA0006Warga Shiddiqiyyah Lampung sedang siap-siap untuk melunasi pembayaran tanah calon Jaami’atul Mudzakkirin Swarna Dwipa Shiddiqiyyah yang berada di Gapuro Sumatera Bakau Heni, Lampung Selatan. Warga sangat bersyukur mendapat bantuan Rp 28 juta dari dana spontanitas pada acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah beberapa waktu lalu di Bojonegoro.

Menurut Diah Sulistyaningsih selaku Bendahara Jaami’atul Mudzkakkirin Swarna Dwipa Lampung, pembayaran tanah tersebut masih kurang beberapa lagi, dana spontanitas itu sangat membantu. “Kemarin rencananya Insya Alloh untuk pelunasan pembelian tanah Jaami’atul Mudzakkirin Swarna Dwipa Lampung, karena kita masih kurang Rp 97 juta lagi,” kata Diah. Kekurangan tersebut diharapkan dapat segera terlunasi pada akhir bulan November ini sambil menunggu tambahan dana dari warga.

Suryadi Ketua Pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin Swarna Dwipa Lampung juga mengaku bahwa pembayaran sudah telat selama 6 bulan. “Pembayaran kita sudah mundur atau telat enam bulan dari perjanjian juga belum lunas. Dikarenakan harga singkong yang jadi penghasilan utama penduduk Lampung selain karet dan sawit harganya menurun drastis bahkan ndak pulang modalnya,” aku Suryadi.

Mengenai kelanjutan proses pembangunan Jaami’atul Mudzakkirin Swarna Dwipa Lampung, H. Mawardi selaku Ketua DPW Orshid Lampung mengaku bahwa belum ada tindak lanjut dari warga Shiddiqiyyah Lampung untuk hal tersebut. “Belum ada, karena kita masih siapkan lahan dulu dengan baik dan matang. Serta pra rencana yang matang pula, baru kita sowankan ke beliau. Jadi ada kesiapan yang baik dari kita,” pungkas H. Mawardi.*

EditorBerita Daerah
Warga Shiddiqiyyah Lampung sedang siap-siap untuk melunasi pembayaran tanah calon Jaami’atul Mudzakkirin Swarna Dwipa Shiddiqiyyah yang berada di Gapuro Sumatera Bakau Heni, Lampung Selatan. Warga sangat bersyukur mendapat bantuan Rp 28 juta dari dana spontanitas pada acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah beberapa waktu lalu di Bojonegoro. Menurut Diah Sulistyaningsih selaku...