Judul di atas seolah menggambarkan adanya bangunan yang berdiri di atas dua lautan. Persisnya tidak demikian, yang dimaksud adalah bangunan yang bertempat di dekat atau pinggir laut Selatan pulau Jawa dan bangunan di tepi laut Utara pulau Jawa. Di tepi 2 lautan itu masing-masing akan berdiri bangunan monumental Shiddiqiyyah. Hal itu diungkapkan Sang Mursyid saat berkunjung di Dsn. Mendak, Ds. Manggar, Kec. Sluke, Kab. Rembang pada 24 Shofar 1438 H(25/11/16) lalu.

Mursyid Memberikan Pitutur Luhur Di Tanah Calon JM Rembang

Mursyid Memberikan Pitutur Luhur Di Tanah Calon JM Rembang

Dalam mauidhoh hasanahnya di Rembang, Sang Mursyid berkisah tentang awal mula pesantren yang didirikan di Pusat Losari Ploso Jombang dengan nama Majma’al Bahrain pada tahun 1973. Nama pesantren ini diilhami dari Al-Qur’an ayat 60 tentang kisah Nabi Musa mencari Nabi Khidir di suatu tempat yang tanda-tandanya telah ditunjukkan Alloh yaitu Majmaál Bahrain artinya pertemuan dua lautan.
Menurut Sang Mursyid Majma’al Bahrain juga mengandung pengertian pertemuan dua lautan kesadaran; kesadaran beragama dan kesadaran bernegara. Dua kesadaran ini penting sebab banyak orang beragama melanggar dengan dalih agama dan banyak orang bernegara melanggar dengan mengatasnamakan negara.
Setelah pesantren berdiri, Sang Mursyid lalu mencari tanah di dekat 2 lautan; laut Selatan Jawa dan laut Utara Jawa. Laut Selatan Jawa punya karakter berbeda dengan laut utara Jawa. Di dekat laut selatan, daerah Pacitan sudah diperoleh di tiga lokasi dan di Pelabuhan Ratu 10 hektar. Laut Selatan dikenal bergejolak. Kemudian Sang Mursyid mencari tanah di laut utara. Laut utara dikenal teduh, laut tatmainnul qulub. Dan diperoleh di Rembang. Dua lautan, laut tenang dan laut yang bergelombang.
“Bergelombang dan tenang itu asalnya dzikir. Tenangnya hati karena dzikir. Ala bizikrillah tatmainul qulub. Dan laut yang bergelombang pun asalnya dzikir, idza dzikrullohi wajihat qulubuhum, (ketika disebut nama Alloh bergetarlah hatinya),”jelasnya.
Dulu, tanah di Rembang ini belum diketahui nilai strategisnya. Setelah ada rencana pemerintah membangun pelabuhan intenasional di Tuban baru banyak yang mengakui. Sang Mursyid sendiri mengatakan tidak menjelaskan nilai strategisnya saat itu.
Sang Mursyid mengungkapkan akan mendirikan bangunan besar dengan 3 fungsi. Pertama Jaami’atul Mudzakkirin, masjid Hubbillah. Masjid adalah tempat orang-orang bersujud, Hubbillah orang-orang yang mencintai Alloh. Dan ketiga Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara.

Konsep tiga fungsi dalam satu bangunan besar itu dibuat berdasarkan aspirasi Al-Qur’an dan Hadits nabi yang diterima Sang Mursyid. Termasuk pemilihan nama tempat, angka dan tanggal yang terkait. Sehingga akan muncul bangunan indah dan bermakna.
Lokasi tanah yang masih banyak ditumbuhi rumput dan ilalang akan dibersihkan pada tanggal 19 bulan Maulud. Pemilihan tanggal rahasianya berasal dari Qs. Muhammad. Nama tempat Rembang, Jawa Tengah rahasianya terkait asal leluhur Sang Mursyid. Nama Rembang maksudnya marem dan berkembang.
Bentuk bangunan itu nanti tidak seperti masjid yang telah ada. Tapi masjid dalam versi tasawuf, dinamai masjid hubbillah. Anggarannya lumayan besar yaitu Rp. 120 milyar. Angka yang berhubungan dengan laa ilaha illalloh 12 huruf. Dana itu berasal dari yakin. “Yakin itu kaya. Yakin cukup, yakin berkembang, yakin menang, yakin lestari, “ terangnya. Ditambahkan, yakin adalah manunggalnya dua unsur yaitu sabar dan syukur. Itu berdasarkan hadits, beda dengan pendapat umum.
Dan yang lebih penting, mengacu kitab ihya’ ulumuddin susunan Imam Ghozali jilid 4 Sang Mursyid menyebutkan puncak tingkat iman adalah hubbillah, cinta kepada Alloh. Di atas tingkat itu tidak ada lagi. Ta’at kepada Alloh dan Rosululloh adalah…
(AL-KAUTSAR EDISI 127 |15 R. Awwal 1438 H (15/12/16)

EditorBerita Pusat
Judul di atas seolah menggambarkan adanya bangunan yang berdiri di atas dua lautan. Persisnya tidak demikian, yang dimaksud adalah bangunan yang bertempat di dekat atau pinggir laut Selatan pulau Jawa dan bangunan di tepi laut Utara pulau Jawa. Di tepi 2 lautan itu masing-masing akan berdiri bangunan monumental Shiddiqiyyah....