Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan
menurut undang-undang dasar

alka127 27-50

Banyak caption bertebaran di beberapa media sosial yang diikuti oleh banyak warga Shiddiqiyyah baik muda atau yang tua yang mereka pakai semuanya penuh dengan caption #BelaIndonesiaRaya dan caption #Opshidjeldes. Hal ini tak lepas dari himbuan khusus dari DPP Opshid yang disebarkan melalui WhatsApp Messenger untuk membanjiri media-media sosial untuk menujukan fakta bicara, bukan bicara yang tanpa fakta.
Beberapa caption diatas berhubungan dengan rutin Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Jelajah Desa untuk Indonesia Raya. Seperti yang baru dilaksanakan selama dua hari tanggal 23 dan 24 Shofar 1438 H (24/11/16-25/11/16) lalu. Dengan tema baru Jelajah Desa edisi Pangruwatan (pemeliharaan red). Dalam edisi di beberapa lokasi jelajah desa tidak lagi berlaku istilah PMND (Pasar Murah Notok Dhok) karena paket sembako diberikan secara gratis kepada warga yang memang sangat membutuhkan sedangkan di beberapa lokasi lain tetap ada PMND (Pasar Murah Notok Dhok) tetapi dengan harga yang lebih murah dari biasanya, yang mana biasanya 17 ribu menjadi 10 ribu rupiah.
Hari pertama diselenggarakan di empat lokasi yaitu di Nampu, Kedung Ringin, Tegal Abe dan juga di Jomblang yang berada di pedalaman hutan perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang. Daerah yang belum banyak mendapat perhatian oleh pemerintah mulai dari akses jalan yang sulit dan juga tidak adanya jembatan yang menghubungkan Dusun Kedung Ringin dan Dusun Nampu. Untuk menuju desa tersebut warga harus turun menyeberangi sungai dengan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki.
Hari kedua tempat yang dituju adalah Dusun Rapah Ombo, Dusun Kendayaan dan Dusun Cepit. Rapah Ombo berada di pedalaman hutan Plandaan Jombang. Akses jalan menuju desa ini jauh lebih berat. Untuk menuju lokasi ini Opshid harus membagi kelompok khusus dengan menggunakan mobil 4WD dan motor trail. Sementra yang lain menuju lokasi yang tidak terlalu berat menuju Dusun Kendayaan dan Dusun Cepit. Meski demikian beberapa relawan wanita yang menggunakan mobil Elf mereka harus turun dari mobil dan berjalan dengan jarak tempuhnya kurang lebih 3-4 Km sedangkan untuk mobil yang lebih kecil masih bisa masuk walaupun harus didorong dan ditarik ketika ada jalan yang berlumpur dan licin.

Sampaikan pesan Undang-Undang

Dalam acara ini DPP Opshid banyak mengingatkan kepada masyarakat akan tugas perintah kepada rakyat Indonesia. Menurut Undang-Undang Dasar 1945 Bab I Bentuk dan Kedaulatan, Pasal 1 (2) menyatakan, bahwa Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. “Berarti yang menjadi pemilik Indonesia ini kan rakyat sedangkan pemerintah itu hanya sebagai pelayan yang wajib melayani rakyatnya,” kata Zainun pengurus DPP Opshid menegaskan. Zainun juga menyinggung pesan Undang-Undang Dasar yang lain, bahwa rakyat Indonesia juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak. “Lalu apakah semua tugas ini sudah dilaksanakan dengan baik oleh pemeritah?,” tambah Zainun mengajak berfikir
Namun pada kenyataanya, menurut Zainun, banyak yang menyelewengkan amanat UUD 1945 ini. Tampak sekarang pemerintah lebih berkuasa dari pada rakyatnya, rakyat hanya dinilai sebagai obyek yang bisa di explorasi bagi kepentingan-kepentingan penguasa. Padahal jelas disebutkan dalam UUD bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat sedangkan para pemerintah dan penguasa hanya pelayan yang mendapat mandat untuk melayani rakyat.
Tentunya jika semua pemerintah benar-benar menjalankan UUD 1945 tidak akan ada ketimpangan di masyarakat sebab semua akan merasakan pemerataan, dalam semua bidang, ekonomi, pendidikan, pembangunan dan lain-lain. Untuk mengobati semua ini Opshid ambil bagian sebagai pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan dan pelayan kealaman. Benar-benar bekerja secara nyata bahwa Opshid adalah pelayan bukan hanya sekedar berbicara. Ophid bicara dengan fakta, bela Indonesia Raya.*
opshid

EditorBerita Pilihan
Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar Banyak caption bertebaran di beberapa media sosial yang diikuti oleh banyak warga Shiddiqiyyah baik muda atau yang tua yang mereka pakai semuanya penuh dengan caption #BelaIndonesiaRaya dan caption #Opshidjeldes. Hal ini tak lepas dari himbuan khusus dari DPP Opshid yang disebarkan...