PBB, IMF, Bank Dunia, WTO, UNICEF, dan beberapa Badan organisasi bentukan negara maju seperti NASA, CNN,  disinyalir adalah kaki tangan penjajah.

kf

kf

Tak banyak yang tahu, elit global telah menguasai negara-negara maju melalui gurita bisnis dan pengaruh politik mereka, jaringan mereka bagaikan siluman yang sengaja disetting untuk sulit dikenali tentang siapa sosok sebenarnya yang ada dibaliknya dan apa kepentingan dan tujuan yang sesungguhnya. Padahal para Chairman dan CEO perusahaan multinasioanal hanyalah boneka yang dipasang untuk menutupi siapa elit yang sebenarnya. Retorika bisnis dijadikan tameng untuk menyembunyikan tujuan jahat yang sebenarnya. Badan-badan dunia pun sengaja dibentuk untuk menjadi kaki-tangan para elit global.
Dan tidak bisa dipungkiri, bahwa para elit global ini menggunakan tangan negara-negara maju untuk menguasai dunia dengan berlindung dibalik alasan globalisasi. Dalam pelaksanaannya mereka menggunakan infrastruktur yang diciptakannya sendiri yakni organisasi atau badan-badan dunia seperti PBB, IMF, Bank Dunia, WTO, UNICEF, dan sebagainya. Beberapa Badan organisasi bentukan negara maju seperti NASA, CNN, juga menjadi kaki tangan mereka. The Fed (Bank Sentral AS) pun adalah milik mereka, bukan milik pemerintah AS, yang memiliki kemampuan untuk ‘mempernainkan’ nilai tukar mata uang semua negara di dunia.
Misi pokok mereka adalah bagaimana kepentingan semua negara-negara di dunia ini bisa disubkoordinasikan pada kepentingan elit global, dan agar misi pokok mereka bisa diterima logika maka diciptakanlah isu untuk ‘mendewakan’ globalisasi di bidang informasi, perdagangan, budaya, dan semua aspek kehidupan lainnya.
Upaya pun dilakukan dengan cara bagaimana agar kepentingan nasional suatu bangsa disubkoordinasikan pada kepentingan elit global, diantaranya dengan cara mengikis jati diri bangsa, melemahkan kemandirian bangsa dan semakin meningkatkan ketergantungan pada negara-negara maju, sedangkan negara-negara maju itu sendiri sudah berada didalam kendali para Elit Global atau yang menamakan dirinya ‘GodFather’.
Cara klasik yang dipakai oleh para elit global untuk menguasai berbagai negara di dunia ialah dengan 3 rumus kunci:
1). Ciptakan krisis.
2). Datang sebagai dewa penolong.
3). Jerat dengan perangkap.
Jadi adanya berbagai krisis di belahan dunia, baikpun krisis ekonomi, krisis pangan, krisis politik, dan sebagainya, adalah kesengajaan yang diciptakan oleh mereka.
Contohnya jika terjadi wabah penyakit yang meluas di Afrika misalnya, hal itu sebenarnya disebabkan jutaan virus penyakit yang sengaja disebar-luaskan oleh mereka, maka jika saatnya tiba mereka akan datang sebagai penolong menawarkan berbagai bantuan, maka saat itulah negara yang bersangkuta masuk dalam perangkap jahat mereka. Ini hanya contoh soal krisis kesehatan saja, padahal masih banyak bidang yang lainnya.
Banyak sekali sistematika yang sudah didesain mereka, salah satu teknisnya dengan cara mendikte kebijakan nasional suatu Negara dengan cara cerdik yang dibungkus dengan ‘Letter of Intens’ sebagai prasyarat pencairan hutang luar negeri. Dan isi LoI itu ujung-ujungnya adalah mendikte negara-negara miskin dan berkembang untuk melindungi kepentingan nasional negara-negara maju tersebut, yang selanjutnya bermuara pada kepentingan para elit global.
Sedangkan dari segi perdagangan, potensi pasar domestik negera-negara maju memang terbatas, maka dibuatlah perjanjian-perjanjian regional dan internasional tentang perdagangan bebas, sehingga potensi pasar mereka ‘tidak terbatas’ lagi. Tentu dengan dalih kepentingan global padahal ide dasarnya berangkat dari kepentingan domestik Negara-negara maju, yang pada akhirnya bermuara pada kepentingan elit global.
Ancaman neokolonialisme dari para elit global sudah benar-benar nyata, dan ini menjadi ancaman bagi semua negara-negara di dunia terutama negara-negara miskin dan negara-negara berkembang, termasuk yang menjadi salah satu target utama adalah negara Indonesia, karena negeri Indonesia bagi mereka laksana gadis cantik nan molek yang sangat menggiurkan mereka. ‘Perangkap niat jahat’ mereka dipoles secara manis dengan berlindung dibalik justifikasi “arus globalisasi” padahal hakekatnya adalah ‘gombalisasi”…

(AL-KAUTSAR EDISI 127 |15 R.Awwal 1438 H (15/12/16)

EditorArtikel
PBB, IMF, Bank Dunia, WTO, UNICEF, dan beberapa Badan organisasi bentukan negara maju seperti NASA, CNN,  disinyalir adalah kaki tangan penjajah. Tak banyak yang tahu, elit global telah menguasai negara-negara maju melalui gurita bisnis dan pengaruh politik mereka, jaringan mereka bagaikan siluman yang sengaja disetting untuk sulit dikenali tentang siapa...