x

Pada bulan Muharrom lalu Provinsi Bali baru saja menjadi tuan rumah acara besar Musyawarah Nasional Organisasi Shiddiqiyyah. Bahkan menjelang bulan Maulid semakin banyak kegiatan-kegiatan Shiddiqiyyah seperti Santunan Nasional, Muswil dan lainnya. Karena banyaknya kegiatan tersebut, Wayan Syaiful Ketua Dhibra Denpasar Bali mengaku bahwa persiapan untuk kegiatan Santunan Nasional ke-XII di Bali kurang maksimal.
“Jadi untuk Satnas di Bali sama sekali tidak ada persiapan yang maksimal karena begitu banyak event di Bali seperti Munas, Muswil dan alokasi dana ke JM Bali. Tapi Alhamdulillah walaupun kurang persiapan tapi semua berjalan sebagaimana mestinya, disamping semua ini atas berkat rohmat Alloh, juga karena bimbingan Bapak Kholifah Shiddiqiyyah,” aku Wayan Syaiful.
Santunan Nasional di Bali dilaksanakan di Masjid Al Qomar Pura Demak. Menyalurkan 226 paket santunan yang masing-masing paket bernilai Rp 200 ribu. Dengan grand total sebanyak Rp 45,2 juta tersebut disalurkan kepada 93 orang fakir miskin dan 133 anak yatim yang disebar di wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Buleleng dan Jembrana.
Menurut Wayan sebagai seorang Ketua haruslah istiqomah dalam memimpin berbagai kegiatan. “Karena sebenarnya, intinya sebagai ketua haruslah kuat baik dari sisi SDM maupun dzikirnya. Harus istiqomah, maka apapun yang dilakukan akan mendapat kemudahan,” katanya sebagaimana yang telah diajarkan oleh Kholifah Ghozali dan telah ia terapkan.*
AJ

 

Al-Kautsar | 15 R.Akhir 1438 H (14/1/17)

EditorBeritaBerita DaerahKiprah Warga
Pada bulan Muharrom lalu Provinsi Bali baru saja menjadi tuan rumah acara besar Musyawarah Nasional Organisasi Shiddiqiyyah. Bahkan menjelang bulan Maulid semakin banyak kegiatan-kegiatan Shiddiqiyyah seperti Santunan Nasional, Muswil dan lainnya. Karena banyaknya kegiatan tersebut, Wayan Syaiful Ketua Dhibra Denpasar Bali mengaku bahwa persiapan untuk kegiatan Santunan Nasional ke-XII...