PERSIAPAN MENUJU SHILATURROHMI AKBAR 1441 H

Beliau (Sang Mursyid) menghendaki di Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi pada hari Ahad Kliwon 22 September 2019 M.

Pintu masuk menuju Benteng Pendem

Kota Madiun dan sekitarnya berkesempatan menjadi tuan rumah pelaksana acara Silaturohmi ke XIX dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah 1441 H yang akan datang kali ini. Panitia pada tahun ini dipegang oleh 4 DPD. Meliputi Madiun kota, Madiun kabupaten, Ngawi, dan Ponorogo. Setelah suksesnya acara tersebut di kota Medan tahun 1440 H.

Setelah melakukan beberapa kali pertemuan dan terbentuknya panitia. Akhirnya 4 DPD per-daerah tersebut sowan ke Bapak Kyai untuk mengajukan tempat yang akan dijadikan berlangsungnya acara. “Yang kita ajukan Benteng Pendem dan alun-alun Merdeka Ngawi. Selain benteng pendem mempunyai nilai sejarah, terdapat pula makam ulama’ besar KH Muhammad Nursalim,” jelas Joko Purwono selaku panitia TTBH.

Tidak hanya itu, panitia juga membuka bazaar pameran untuk usaha warga Shiddiqiyyah. Jika warga Shiddiqiyyah ingin berpartisipasi dalam acara sillaturohmi. “Alhamdulillah kita berusaha semampunya untuk memaksimalkan amanat itu. Dan panitia sudah terbentuk kita awali berunding dengan pihak Armed. Baru secara langsung resmi menyusul dari pihak-pihak terkait. Acara bazaar juga akan kami tampilkan untuk proses dalam kebersamaan dan pergerakan,” tambah Joko Purwono menjelaskan.

Benteng Pendem merupakan wisata tersembunyi yang menyimpan sejarah bangsa Indonesia di masa lalu. Dahulu sebelum adanya benteng Pendem lokasi tersebut merupakan Artileri Medan (Armed). Konon cerita ketika Belanda datang, maka terjadilah perang dengan prajurit Pangeran Diponegoro.

Dekat dengan gerbang belakang terdapat makam K.H Muhammad Nursalim. Beliau merupakan ulama besar, pejuang dan pengikut Pangeran Diponegoro. Karena pengaruh dan kesaktiannya akhirnya beliau diburu untuk ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke Benteng untuk dikubur hidup-hidup di area benteng.

“Dulu katanya pihak Armed pernah mendatangkan 2 kyai yang berasal dari Banten dan Banyuwangi untuk membuka rahasia makam yang terletak di area benteng pendem. Kedua kyai itu menyatakan bahwa beliau itu KH Muhammad Nursalim,” cerita Joko Purwono.

“Semoga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik dan memberikan barokah kepada panitia penyelenggara juga tamu yang hadir di acara TTBH 1441 H,” harap pemuda berkelahiran Ngawi mewakili seluruh panitia.* as