Kisah di Balik Adanya Mushola di Area Jaami’atul Mudzakkirin Yarjuu Rohmatalloh Mungkid

MAGELANG – Pembangunan Mushola Tajul Mudzakkirin yang terletak di area gedung Jaami’atul Mudzakkirin Yarjuu Rohmatalloh Mungkid ini telah mencapai tahap 70% menuju finishing. Dihitung sejak peletakan batu pertama tanggal 27 DzulHijjah 1439 H yang saat itu dihadiri 8 bapak Kholifah Shiddiqiyyah.

Walaupun sedang proses pembangunan tetapi mata kita akan dimanjakan dengan keindahan arsitekturnya. Karya-karya dari warga Shiddiqiyyah ini banyak mengundang tanya bagi warga sekitar Mungkid. Tak sedikit yang mengira bahwa Jaami’atul Mudzakkirin adalah sebuah masjid. Bahkan menjadi bahan pertanyaan bagi orang awam, mengapa ada mushola di area masjid ? Anehnya lagi, pemerintah malah memberi plang di depan area JM tanpa seizin pengurus yang bertuliskan Masjid Kubah Emas. Menjadikan mayoritas warga Magelang mengenal dan menyebutnya Masjid Kubah Emas.

Di karenakan tempat yang sangat staregis, dekat dengan jalan raya dari Magelang menuju Yogjakarta. Tak jarang mengundang rombongan yang datang untuk melaksanakan ibadah sholat. Para pengunjung yang melewati bangunan ini banyak yang salah kaprah memasuki dan mengira bahwa ini adalah masjid. Bahkan para pengurus Jaami’atul Mudzakkirin pun tak henti-hentinya memberikan arahan bahwa ini adalah sebuah gedung bukan masjid.

Maka dari itu, alasan mengapa di bangunkan mushola yang berdekatan dengan gedung Jaami’atul Mudzakkirin Yarjuu Rohmatalloh Mungkid agar para pendatang yang salah mengira itu masjid, bisa di arahkan ke mushola untuk ibadah sholat. Selain itu juga, masjid terdekat di kawasan itu cukup jauh.

“Sering sekali banyak orang yang datang buka pager, waktu saya tanyakan ada apa ? Mereka menjawab mau sholat. Pernah ada datang rombongan satu bis sudah turun, lalu saya tanyakan mereka menjawab hal yang sama. Ya saya suruh sholat saja di aula JM, sebelum dibangun mushola,” cerita Soepratman salah satu pengurus JMYR Magelang.* ar