SAKINAH MAWADDAH WARROHMAH DI MATA TASSAWUF

Warga Shiddiqiyyah Kabupaten Mojokerto mengadakan kegiatan Tajdid Nikah yang telah rutin dilaksanakan selama 3 tahun ini. Ada 26 pasangan yang telah mendaftarkan diri.

Foto bersama para Kholifah Shiddiqiyyah dengan peserta Tajdid Nikah seusai acara

Kegiatan Tajdid Nikah ini berlangsung di Masjid Baitus Shiddiqin, lingkungan Balongrawe Baru, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pada Sabtu malam Ahad (02 DzulHijjah 1440 H / 03 Agustus 2019 M).

Malam itu, pasangan pria berkemeja putih dan wanita mengenakan gamis putih berbaris rapi di dalam Masjid. 26 pasangan pengantin tersebut bersiap untuk melaksanakan pembaruhan nikah secara tassawuf. Tidak hanya dari Mojokerto saja, 16 pasangan diantaranya dari Lamongan, dan Nganjuk 3 pasangan, dan sebagian dari Sidoarjo dan Mojokerto.

Bapak Muizzudin (Kholifatus Shiddiqiyyah) mengisahkan sekilas latar belakang dari Tajdid Nikah, “Bermula dari amanah seorang Kholifah Shiddiqiyyah Masruchan Mu’thi meminta saya yang saat itu menjabat ketua DPD Orshid Mojokerto untuk mengelar Tajdid Nikah, agar supaya seiring-seirama di dalam perjuangan Shiddiqiyyah. Namun, sebelum permintaan itu direalisasikan, Kholifah Masruchan Mu’thi meninggal dunia,” ceritanya.

Kegiatan ini telah berjalan selama 3 tahun, sejak tahun 2017 yang mana saat itu dihadiri oleh 24 pasangan, lalu tahun 2018 terdapat 22 pasangan. Dan 26 pasangan di tahun 2019. Tempat pelaksanaannya pun tetap di Kota Mojokerto.

Wisnu selaku warga shiddiqiyyah Mojokerto dan sebagai sekretaris kautsaran putri berharap “Semoga Thoriqoh Shiddiqiyyah berkembang di seluruh Indonesia wabil khusus di Balongrawe Baru. Dan dengan diadakan kegiatan Tajdid Nikah ini para peserta yang telah mengikuti dapat benar-benar sakinah mawadah warohma di mata ilmu tassawuf,” harapnya.* ar

Tinggalkan Balasan