HIJRAH KE ALUN ALUN MEJAYAN

Foto saat sowan ke nDalem Bpk. Kyai pada 29 Agustus 2019

Ditulis dalam kiriman Whatsapp dan telah disampaikan oleh Didik febriantoro selaku ketua komunitas WWIO sehubungan dengan kegiatan pameran wujud karya dan bazar dlm rangka memeriahkan acara Shilaturahmi nasional ke XIX TTBH I44IH JKPHS Se-Indonesia, diberitahukan bahwasannya acara Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah yang bermula berlokasi di Benteng Pendem Ngawi, berhijrah ke Alun-alun Mejayan, Caruban, Madiun.

Saat para panitia Shilaturahmi nasional XIX TTBH I44IH JKPHS Se Indonesia sowan ke nDalem Sang Mursyid (29/08/2019), beliau mengingatkan agar tidak putus asa dalam perjuangan.

“Namanya pejuang itu tidak ada namanya kecewa, kalau kecewa itu menunjukkan jiwa kecil, kalau jiwa besar tidak ada kecewa, Ulet dalam perjuangan, bijaksana, sopan, santun dan syukur,” dawuh Beliau mengingatkan.

Kami menerima informasi jika kegiatan pameran dan bazar ditiadakan berdasarkan kesepakatan dari kepanitiaan yg baru bersama JKPHS Pusat, DPP Orshid, Dewan Pelindung(Bapak Kholifah), serta JKPHS 4 Cabang pada tanggal 29/8/20I9.

Hal ini dikarenakan sempitnya waktu dalam proses perijinan dan persiapan-persiapan yg masih banyak harus ditindaklanjuti oleh panitia yang baru.

Dalam kiriman tersebut dituliskan bahwa “Pada hari jumat, 30 Agustus 20I9, tim pameran bershilaturahmi ke rumah ibu ketua panitia (Ibu Suryati )di madiun. Dengan niat menyampaikan bahwa pameran dan bazar ini sdh siap segala sesuatunya utk ikut memeriahkan acara yg diikuti 49 stand baik yg VVIP maupun yg standar, dan kita sampaikan jika kegiatan ini mandiri sehingga tanpa merepotkan panitia baik dalam pelaksanaan maupun utk anggaran”.

“Tapi oleh ibu ketua panitia dihadapan semua panitia yang hadir, tetap tidak menghendaki, dengan penjelasan, bahwa pada waktu rapat tertinggi, setelah didawuh Beliau Sang Mursyid hijrah (pada Kamis lalu 29 Agustus), itu sdh diputuskan tdk ada pameran dan bazar,” tulisnya.

Kemudian pada sore hari ini (3I/8/20I9) tim pameran juga shilaturahmi ke ibu ketua JKPHS Pusat (ibu Afifa), menyampaikan tentang pertemuan kami di madiun, dan oleh beliau disampaikan jika sampai hari ini panitia baru belum mengantongi ijin dari Pemkab Madiun maupun ke Polres Kab. Madiun, sehingga beliau juga mengikuti apa yg sdh ditetapkan waktu rapat tertinggi tersebut jika dikehendaki tanpa pameran dan bazar.

Tim Pameran juga mengungkapkan permohonan maaf karena belum bisa menyampaikan niat, semangat untuk memeriahkan acara.

“Saudaraku semua… Kami sdh berusaha apa yg menjadi tanggung jawab kami untuk membawa gerbong Pameran dan bazar, tapi keputusan yg ada memang kita belum bisa menyampaikan niat, semangat utk memeriahkan acara,” tulisnya lagi.

Untuk selanjutnya tim pameran ingin mengajak pesertauntuk mengikuti pisowanan ke ibu ketua JKPHS Pusat dan almukarromah Ibu Nyai Shofwatul Ummah, sekaligus menyampaikan permintaan maaf, dan mengenalkan para pelaku pameran dan pengusaha yang telah mempunyai niatan dan semangat tinggi selama ini, sekaligus menyampaikan souvenir karya karya warga IO kepada beliau Mursid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

“InsyaAlloh kami akan melaksanakan pisowanan hari selasa, 10 september 20I9 (10 muharram) bakdo dhuhur”. Jelas Didik *ar

Tinggalkan Balasan