JIWA BESAR OPSHID

Keduk Bumi tempat Pengimaman yang di adakan pada Selasa pagi, 10 Muharram 1441 H (10/09/19) di sebelah barat lapangan Garuda.

Suasana Keduk Bumi untuk tempat pengimaman

Almukarrom Syech Muchtarulloh Al Mujtaba, didampingi oleh sang putra M. Subchi Azal Tsani ketua umum OPSHID FKYME, meninjau lokasi yang menjadi cikal bakal tempat pengimaman sekaligus sebagai pengajian umum.

“Disini akan dibangun, bangunan tempat pengimaman, dan tempat pengajian-pengajin umum, dan nanti kalau setelah selesai, acara pengajia-pengajian tahun baru hijriyyah akan pindah disini, ” Dawuh Sang Guru.

Sebelum Bpk. Kyai memberikan piturur luhur, beliau membuka dengan satu ayat Al-Qur’an surat Fushshilat ayat 35 yang berbunyi “Wamaa yulaqqoha ilaladzina shobaru, wamaa yulaqqoha illadzu khadzin ‘adzim”. Yang artinya “Tiadalah kebaikan itu diberikan kecuali kepaa orang yang Ulet, ulet dalam perjuangan, dan tidak akan diberikan kebaikan-kebaikan itu kecuali pada orang yang mempunyai jiwa besar”.

Karena kebesaran jiwa itu membawa kebesaran suatu bangsa, kebesaran suatu bangsa bukan karena luas wilayahnya, luas tanah airnya, bukan karena banyaknya penduduk, bukan karena kekayaan yang melimpah. Tetapi kebesaran suatu bangsa itu di bawa oleh jiwa-jiwa bangsa itu sendiri, itulah sebabnya di dalam lagu kebangsaan Indonesia itu disebutkan Indonesia Raya sampai 7x.

“Dan ini dibangun (tempat pengimaman) diantaranya untuk usaha menciptakan jiwa-jiwa besar oleh Organisasi Shiddiqiyyah di bidang pemuda ini. Harapan saya itu, upaya pemuda-pemuda ini menjadi pemuda FRONT KETUHANAN YANG MAHA ESA, ” Harap Mursyid.

Jadi pembangunan ini ditujukan untuk bangsa dan negara, bukan untuk Shiddiqiyyah sendiri, bukan untuk mementingkan diri sendiri.

“Maka saya beri tugas, OPSHID saya beri tugas, coba bangunlah seindah mungkin yang bermakna, bukan hanya indah tapi bermakna, memberi makna yang dalam, tunjukan jiwa besarmu,” Dawuh Sang Guru menggugah jiwa kita. *ar

Tinggalkan Balasan