KAUTSARAN 40 HARI

Warga Shiddiqiyyah pusat maupun daerah tetap istiqomah dalam menjalankan amalan kautsaran serta do’a baqiyyatush sholihah selama 40 hari untuk kesembuhan Sang Maha Guru Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchtarulloh Al Muj’tabaa. Pelaksanaan do’a tersebut dimulai setelah diluncurkannya surat resmi dari DPP OPSHID FKYME pada hari Jum’at, 15 November 2019 M.

Yangmana isi dari surat tersebut merupakan pemberitahuan kepada seluruh warga Shiddiqiyyah untuk mengamalkan do’a kautsaran dan dilanjut dengan do’a baqiatush sholihah selama 40 hari dimulai pada hari Sabtu malam Ahad Legi, 16 November 2019 M / 18 Robiul Awwal 1441 H.

Tetap istiqomah menjalankan hingga terhitung 10 hari sudah amalan tersebut berlangsung. Seperti di daerah Sampit Kalimantan mereka tetap melaksanakan do’a kautsaran di gedung Jaami’atul Mudzakkirin Sampit. “Kami tetap melaksanakan kautsaran seperti apa yang di perintahkan mas Bechi melalui surat yang dikeluarkan DPP OPSHID. Semaksimal mungkin kita sebagai murid Thoriqoh Shiddiqiyyah selalu sami’na wa atho’na apa dawuh beliau,” kata pak Sujarwo warga Shiddiqiyyah Sampit.

Kausaran dilaksanakan Ba’da sholat Magrib. Tampak warga sangat antusias, bahkan Sujarwo mengaku melebihi semangat dari rutinitas kausaran yang mereka jalankan setiap malam Isnen. “Saya sebagai warga Sampit terharu bahkan ada warga yang sudah lama tidak turun kausaran (beberapa tahun tidak mengikuti kautsaran) hadir dalam acara kautsaran 40 hari ini,” akunya.

Sutrisno mengharapkan untuk keikhlasan dan kesadaran bagi warga Shiddiqiyyah Sampit. “Agar semua warga Shiddiqiyyah terutama Sampit dengan kesadaran penuh dan ikhlas berharap semoga Sang Guru Besar Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah segera di beri kesembuhan,” harapnya. *ar

Tinggalkan Balasan