DO’A UNTUK SANG MURSYID HINGGA DARI SABANG

Di Aceh, warga Shiddiqiyyah juga melaksanakan do’a kautsaran yang ditujukan kepada sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Walaupun organisasi Shiddiqiyyah di daerah Aceh belum terbentuk tetapi mereka tetap mengadakan kautsaran di kediamannya masing-masing sebagai bentuk wujud cintanya kepada Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

“Kalau orang Aceh itu ada pegang prinsip kayak gini, Kalo kita tahdzim kepada Alloh SWT kita akan diberikan Surga. Kalau kita tahdzim kepada Nabi Muhammad SAW kita akan diberikan syafa’at dikemudian hari, baik di dunia maupun di akhirat. Kalau kita tahdzim kepada Guru kita, itu kita akan diberikan ilmu dan hidayah. Itu prinsip orang Aceh,” ujar bapak Apin selaku warga Shiddiqiyyah Aceh.

Walau jauh dari pusat Pesantren Majma’al Bahrain tetapi jiwa mereka merasa dekat, hingga rasa kepedulian mereka muncul untuk mendo’akan Sang Mursyid yang saat ini sedang sakit. Warga Shiddiqiyyah Aceh menunjukan menunjukannya dengan mengirimkan do’a di setiap melaksanakan sholat lima waktu.

“Jadi kalau untuk Almukarrom, dalam keadaan sehat pun kita selalu kirim do’a untuk beliau. Dengan kondisi beliau yang seperti itu kita ndak putus-putusnya disini untuk mendo’akan, jangankan kautsaran itu untuk 40 malam, setelah sholat wajib 5 waktu itu kadang-kadang kita tambahkan, kita niatkan untuk Almukarrom, agar beliau diberikan umur yang panjang, kesehatan jasmani dan ruhani diberikan keselamatan telah membimbing murid-muridnya dari dunia sampai ke akhirat. Itu memang tujuan kita,” katanya lagi.

“Harapan kita untuk sang Mursyid kita minta kepada Alloh Ta’ala agar diberikan kesehatan, umur yang panjang, beserta keluarga beliau dan kholifahnya, supaya Shiddiqiyyah lestari di tanah nusantara ini,” harap Apin mewakili seluruh warga Shiddiqiyyah di Aceh. *ar

Tinggalkan Balasan