KEAJAIBAN USAI PELATIHAN ORGANISASI

Semangat warga Shiddiqiyyah Bengkulu setelah mengadakan pelatihan organisasi membuahkan kesadaran yang mengembirakan. Semangat shilaturrohmi, santun, shodaqoh makin tumber berkembang dan lestari.

Belum lama ini Fosbos Pusat bekerjasama lembaga otonom Shiddiqiyyah di Propinsi Lampung Selatan dan Bengkulu mengadakan Pelatihan Dasar Organisasi bersama pada Sabtu dan Ahad, 23 – 24 R. Akhir 1441 H. / 21 – 22 Desember 2019 M.

Bertempat di Aula Orshid, Desa Abusakim, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Hadir empat jajaran pengurus pusat, Edi Setiawan dari DPP Orshid, Khoirul Mudzakkir Sekjen Dhibra Pusat, Lia Dwi Puji, Imam Baihaqi dan Kholifah Shiddiqiyyah Bapak Abdulloh Afif. .

Hadir juga Bupati Bengkulu Tengah, Kesbangpol Bengkulu Tengah, Danramil, Kapolsek Pondok Kelapa serta Kepala Desa Abusakim pada saat pembukaan. Selain itu hadir juga seluruh pengurus organisasi Shiddiqiyyah Lampung Selatan dan Bengkulu.
“Suasana sangat menggembirakan baik dari mendapat bimbingan dan arahan dari pengurus organisasi Shiddiqiyyah Pusat. Dan kami bersyukur dari pemerintahan Bengkulu bisa dapat hadir,” ujar Piyatno Ilyas Ketua Dhibra Bengkulu.

“Alhamdulillah warga Shiddiqiyyah daerah disana semangatnya bagus. Yang awalnya 5 bangunan JM, menjadi 11 JM. Seperti Opshid, JKPHS belum tergerakkan. Semoga khususnya untuk Lubuk Linggau setelah pelatihan ini, semua organisasinya bisa digerakkan, difungsikan dengan baik,” harap Khoirul Mudzakkir Sekjen Dhibra Pusat.

Sukses kunjungan S3 dan pelatihan organisasi di Bengkulu dan Lampung para pengurus Pusat langsung melaporkan kepada Almukarom sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah di Ndalem. Sang Mursyid tampak gembira dan bersyukur.
“Alhamdulillah Pak Kyai, warga-warga daerah semangat mengadakan pelatihan. Kemudian Pak Kyai menjawab, alhamdulillah dengan senyum gembira,” kata Edi Setiawan pengurus DPP Orshid yang juga pengurus Bidang Organisasi Dhibra Pusat menirukan dawuh sang Mursyid

“Kolo wingi JM Bengkulu gangsal. Aku belum selesai bicara, Pak Kyai sudah mengatakan kok akeh. Tapi sakniki kulo matur ten jenengan dados sedoso JM,” ujar Edi Setiawan yang mengaku Beliau juga selalu tanya mana daerah-daerah yang belum mengadakan pelatihan supaya segera diadakan pelatihan.* Majalah Alkautsar

Tinggalkan Balasan