Sang Mursyid: Masya Alloh Begitu Tingginya Tajrin Naf’ah. Warga yang Tidak Ikut Jangan Menyesal

Almukarrom Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba pernah menyampaikan betapa besarnya manfaat Uyunan Tajrin Naf’ah dan kerugian besar bagi warga Shiddiqiyyah yang tidak mau mengikutinya. Akan menyesal.

Dawuh sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah ini disampaikan acara Wisata Ruhani Uyunun Tajrin Naf’ah di  Ballroom Busyro Yusro Hotel Jombang 21 R. Akhir 1440 H/30 Desember 2018 M lalu.

“Masya Alloh, tingginya shodaqoh Tajrin Naf’ah, saya tidak bisa membayangkan,” tutur beliau sang Mursyid.

“Selama Jaami’atul Mudzakkiriin itu dipergunakan maka dari sumber Jaami’atul Mudzakkiriin ini mengalir keutamaannya sampai menerobos alam dunia alam kubur sampai kepada orang yang ikut Tajrin Naf’ah. Walaupun sudah wafat (akan teus mengalir). Masya Alloh begitu tingginya Tajrin Naf’ah,” tutur beliau sang Mursyid.

Kemudian aliran menuju pendidikan kita sama maklum pendidikan  dalam Shiddiqiyyah itu mendidik untuk menjadi abdan Syakuro.

“Ya Alloh begitu tingginya, sedang abdan Syakuro itu tujuan agama islam. Itu yang akan menjadi waladan Sholihah jadi peninggalan kita setelah kita wafat, anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat itulah yang tidak bisa dipotong oleh tajamnya pisau al maut,” tutur sang Mursyid lagi.

Kemudian aliran pada Dhilaal Berkat Rohmat Alloh untuk fakir miskin, anak yatim dan orang yang betul-betul membutuhkan bantuan, seperti korban bencana dan lain-lain. 

Adakah Shodaqoh sampai mengalir menuju laailaahaillalloh, dua menuju Abdan Syakuro, tiga  Al infaaqu fiil Ikhsan. “Itu nanti kita kakan ketemu dari shodaqoh-shodaqoh itu, menjadi kebahagiaan kita diakhirat. Ash-Shodaqotu Syai’un ‘ajibun,” ingat sang Mursyid lagi.

“Oleh sebab itu warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dan yang tidak ikut Tajrin Naf’ah jangan menyesal,” tegas sang Mursyid mengingatkan kembali.

Saat ini telah dibuka pendaftaran Program Uyunun Tajrin Naf’ah di Kantor Dhilaal Berkat Rahmat Alloh Shiddiqiyyah Pusat. Menabung selama tiga tahun setiap bulan Rp 500 ribu. Bisa berorangan, keluarga atau diangkat secara kelompok. Setelah itu uang dikembalikan utuh tidak kurang sedikitpun.

Uang yang ditabung selama tiga tahun itu dikelola oleh Program Uyunun Tajrin Naf’ah untuk wisata ruhani, dan shodaqoh sebesar 45 juta setiap tiga bulan sekali. Pada tiga sektor mulia Jaami’atul Mudzakkirin, pendidikan, santunan anak yatim dan fakir miskin. Masya Alloh begitu tingginya nilai Tajrin Naf’ah.* alk

Tinggalkan Balasan